0

Tanpa kita sadari pada saat yang bersamaan hutan alam kita habis ditebang diantaranya untuk memenuhi kebutuhan kertas. Ekspansi besar-besaran dalam pemenuhan kebutuhan salah satu diantaranya untuk industri pulp dan kertas selama 20 tahun terakhir menyebabkan permintaan terhadap bahan baku kayu pada saat ini jauh melebihi pasokan legal.. Dilaporkan oleh Forest Watch Indonesia Dalam kurun waktu 60 tahun terakhir, tutupan hutan di Indonesia berkurang dari 162 juta ha menjadi hanya 88,17 juta ha pada tahun 2009. Atau setara dengan sekitar 46,3 persen dari luas total daratan Indonesia. Periode tahun 2000-2009, luas tutupan hutan Indonesia yang terdeforestasi adalah sebesar 15,15 juta ha, dan deforestasi terbesar terjadi di Kalimantan yaitu sekitar 5,5 juta ha (36,3 persen). (http://www.seputarmalang.com).

Pemakaian kertas lebih mudah dikaitkan dengan aktivitas di rumah, di kantor dan disekolah. Di rumah, kita akan melihat koran, bon belanja, tagihan kartu kredit, brosur, bungkus nasi, sampai tisu, adalah sahabat kita sehari-hari. Sementara di kantor, kita berkutat dengan setumpuk kertas kerja di meja kita. Kemudian kita melihat mesin fotokopi tak hentinya dipakai untuk menyalin dokumen dan “memuntahkan”-nya kembali. Sedangkan di sekolah sudah berapa lembaran-lembaran kertas yang telah kita gunakan untuk mencatat atau menyalin kembali materi pelajaran, latihan-latihan dan ujian yang telah diberikan oleh guru untuk dikerjakan. Mungkin inilah fenomena-fenomena yang terjadi tentang kertas di lingkungan kita.

Di mulai dari diri kita sendiri untuk ikut serta menjaga kelestarian dan keseimbangan bumi dengan penghematan penggunaan kertas, melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kita dapat melakukan Go Green --> Papperless.

Kegiatan-kegiatan yang menghemat kertas di sekolah yang telah saya lakukan:
  1. Dalam kegiatan belajar mengajar peserta didik tidak lah harus menyalin semua materi yang telah diberikan pendidik tetapi dapat meminta softcopy materi tersebut ke dalam flashdisk dan peserta didik dapat membaca kembali dengan menggunakan komputer atau teknologi gadget yang telah berkembang saat ini. 
  2. Mengumpulkan tugas/pekerjaan rumah peserta didik tidak lah mesti di print atau melalui buku latihan, kita dapat menggunakan email https://www.google.com/a/man9-jkt.sch.id/ 
  3. Menggunakan pembelajaran berbasis Web E-Learning : http://man9-jkt.sch.id/elearning/ , http://man9jkt.edmodo.com/caturyogam , http://www.geschool.net/man9jakarta783 , https://classroom.google.com/ dimana peserta didik dapat mengumpulkan tugas, melakukan ujian, memperoleh materi secara online.
  4. Menggunakan website sekolah atau web social engineering seperti facebook dan twitter dalam memberikan informasi. 
  5. Informasi hasil ujian seperti pengumuman kelulusan, informasi nilai dan lain-lain dapat menggunakan website, dimana jika dibutuhkan baru dicetak.
Ternyata mudah kan menghemat kertas (paperless).


Posting Komentar

 
Top